Upacara Senin SMK Al Kaaffah: Belajar dari Masa Lalu, Menjalani Proses dengan Ikhlas dan Disiplin

Kepanjen, 31 Agustus 2026 — Senin pagi kembali menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar SMK Al Kaaffah Kepanjen untuk mengawali pekan dengan kegiatan upacara rutin. Namun, ada satu pesan menarik yang disampaikan pembina upacara kali ini, Ibu Eva Swastika Sari, S.Pd, yang mengajak siswa untuk melihat kembali proses belajar dari sudut pandang yang lebih manusiawi.
Dalam amanatnya, Ibu Eva menceritakan sedikit pengalaman ketika dirinya masih berada di bangku sekolah. Seperti halnya banyak siswa pada umumnya, beliau mengaku pernah merasakan rasa malas mengikuti pelajaran tertentu, terutama ketika harus berhadapan dengan guru yang dikenal sangat tegas, galak, dan disiplin.
Pengalaman tersebut menjadi sebuah komparasi menarik dengan kehidupan siswa saat ini. Rasa malas, kurang menyukai suatu mata pelajaran, atau merasa berat mengikuti aturan sekolah sebenarnya bukan sesuatu yang asing dalam perjalanan seorang pelajar.
Namun, seiring bertambahnya usia dan pengalaman, ada hal yang kemudian baru dipahami: tidak semua proses pendidikan harus selalu terasa menyenangkan untuk bisa memberikan manfaat.
Menurut Ibu Eva, berbagai proses tersebut tetap harus dijalani dengan ikhlas dan disiplin sebagai bagian dari ikhtiar dalam menimba ilmu.
Apa yang dahulu mungkin terasa sebagai tekanan, pada akhirnya dapat dipandang sebagai bagian dari proses pembentukan diri.
Disiplin yang Mungkin Terasa Berat Hari Ini
Pesan tersebut terasa relevan dengan kehidupan siswa SMK yang sedang berada dalam fase mempersiapkan diri menuju dunia kerja maupun pendidikan lanjutan.
Di sekolah, siswa tidak hanya berhadapan dengan pelajaran yang mereka sukai. Ada materi yang terasa sulit, guru dengan karakter yang berbeda-beda, tugas yang terkadang melelahkan, hingga aturan dan kedisiplinan yang mungkin pada suatu waktu terasa membatasi.
Tetapi justru di situlah pendidikan bekerja.
Sekolah bukan hanya tempat untuk mendapatkan nilai. Ia juga menjadi ruang untuk melatih seseorang agar mampu menjalani proses, menyelesaikan sesuatu yang tidak selalu mudah, dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang telah diambil.
Jika melihat perjalanan Ibu Eva hingga saat ini sebagai seorang guru matematika, pengalaman masa sekolah tersebut menjadi sebuah refleksi yang menarik. Hal-hal yang dahulu mungkin terasa berat ternyata dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang yang membentuk seseorang hingga kemudian mampu menjalani profesinya dan berkontribusi sebagai pendidik.
Tentu, ini bukan tentang siapa yang paling galak atau siapa yang paling disiplin.
Lebih jauh dari itu, pesannya adalah tentang bagaimana seorang siswa belajar bertahan dalam proses dan mengambil nilai dari setiap pengalaman yang dijalani.
Tidak Semua yang Sulit Harus Dihindari
Bagi siswa SMK Al Kaaffah, pesan tersebut menjadi pengingat sederhana bahwa masa sekolah tidak harus selalu diisi dengan hal-hal yang mudah dan menyenangkan.
Ada kalanya siswa harus belajar sesuatu yang tidak langsung mereka sukai.
Ada kalanya mereka harus berhadapan dengan guru yang memiliki standar kedisiplinan tinggi.
Ada kalanya mereka harus mengulang sesuatu berkali-kali sebelum akhirnya memahami.
Dan mungkin, ada proses-proses tertentu yang baru terasa manfaatnya beberapa tahun setelah mereka meninggalkan sekolah.
Karena itu, harapan yang disampaikan Ibu Eva kepada siswa bukan sekadar agar mereka menjadi siswa yang pintar secara akademik. Lebih dari itu, beliau berharap siswa-siswa SMK Al Kaaffah mampu menerapkan sikap ikhlas dalam menjalani proses dan disiplin dalam berusaha.
Sebab pada akhirnya, pendidikan adalah perjalanan panjang.
Apa yang dilakukan seorang siswa hari ini mungkin belum langsung terlihat hasilnya. Namun kebiasaan untuk belajar, disiplin, menghargai proses, dan tetap berusaha meskipun menghadapi kesulitan dapat menjadi bekal yang jauh lebih panjang daripada sekadar angka di dalam rapor.
Dan mungkin, bertahun-tahun dari sekarang, ketika mereka melihat kembali masa sekolahnya, mereka akan menyadari bahwa hal-hal yang dahulu terasa berat ternyata pernah menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.
Kontributor : Fandy
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!


