SMK Al Kaaffah Perluas Peluang Kerja Siswa ke Jepang melalui Kolaborasi dengan OSTC UMM
Malang — Upaya membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk melanjutkan karier setelah lulus terus dilakukan oleh SMK Al Kaaffah Kepanjen. Salah satunya melalui penjajakan kolaborasi dengan Outsourcing Training Center (OSTC) Vokasi UMM, institusi pembinaan dan penyiapan tenaga kerja ke Jepang yang berada di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah bersama orang tua salah satu siswa kelas XII, Lavinia, melakukan kunjungan dan komunikasi awal untuk melihat peluang kerja sama dalam program pembinaan serta persiapan siswa menuju dunia kerja di Jepang.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk membangun jembatan yang lebih luas antara pendidikan, orang tua, dunia kerja, dan institusi mitra.
Dari Kolaborasi, Membuka Jalan Lebih Jauh
Malang — Upaya membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk melanjutkan karier setelah lulus terus dilakukan oleh SMK Al Kaaffah Kepanjen. Salah satunya melalui penjajakan kolaborasi dengan Outsourcing Training Center (OSTC) Vokasi UMM, institusi pembinaan dan penyiapan tenaga kerja ke Jepang yang berada di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah bersama orang tua salah satu siswa kelas XII, Lavinia, melakukan kunjungan dan komunikasi awal untuk melihat peluang kerja sama dalam program pembinaan serta persiapan siswa menuju dunia kerja di Jepang.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk membangun jembatan yang lebih luas antara pendidikan, orang tua, dunia kerja, dan institusi mitra.
Dari Kolaborasi, Membuka Jalan Lebih Jauh
Bagi SMK Al Kaaffah, hubungan dengan orang tua siswa tidak berhenti pada komunikasi mengenai perkembangan akademik. Humas sekolah juga berupaya menjadikan orang tua sebagai bagian dari ekosistem yang dapat membuka peluang baru bagi masa depan siswa.
Kolaborasi seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata dari pendekatan tersebut.
Melalui komunikasi dan penjajakan dengan institusi yang memiliki pengalaman dalam pembinaan calon tenaga kerja ke Jepang, sekolah berharap semakin banyak siswa mendapatkan informasi, pendampingan, dan akses terhadap peluang karier internasional yang sesuai dengan kompetensi serta kesiapan mereka.
Jepang menjadi salah satu tujuan yang terus diperhatikan karena kebutuhan terhadap tenaga kerja Indonesia sekaligus peluang pengembangan pengalaman profesional bagi lulusan SMK.
Menyiapkan Siswa untuk Dunia yang Lebih Luas
Bagi siswa kelas XII seperti Lavinia, fase menjelang kelulusan merupakan momentum penting untuk mulai menentukan arah setelah sekolah.
Karena itu, sekolah tidak ingin siswa baru mengenal pilihan karier setelah mereka lulus. Informasi, pengalaman, dan akses terhadap dunia kerja perlu diperkenalkan sedini mungkin.
Melalui berbagai kerja sama dengan mitra eksternal, SMK Al Kaaffah berkomitmen untuk terus memperluas pilihan tersebut—mulai dari peluang kerja di dalam negeri hingga kesempatan untuk membangun karier di luar negeri.
Pada akhirnya, pendidikan vokasi bukan hanya tentang menyelesaikan pembelajaran di sekolah.
Ia adalah tentang mempersiapkan siswa agar ketika waktunya tiba, mereka memiliki kompetensi, keberanian, dan cukup banyak pilihan untuk menentukan masa depannya sendiri.Malang — Upaya membuka lebih banyak peluang bagi siswa untuk melanjutkan karier setelah lulus terus dilakukan oleh SMK Al Kaaffah Kepanjen. Salah satunya melalui penjajakan kolaborasi dengan Outsourcing Training Center (OSTC) Vokasi UMM, institusi pembinaan dan penyiapan tenaga kerja ke Jepang yang berada di lingkungan Universitas Muhammadiyah Malang.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah bersama orang tua salah satu siswa kelas XII, Lavinia, melakukan kunjungan dan komunikasi awal untuk melihat peluang kerja sama dalam program pembinaan serta persiapan siswa menuju dunia kerja di Jepang.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk membangun jembatan yang lebih luas antara pendidikan, orang tua, dunia kerja, dan institusi mitra.
Dari Kolaborasi, Membuka Jalan Lebih Jauh
Bagi SMK Al Kaaffah, hubungan dengan orang tua siswa tidak berhenti pada komunikasi mengenai perkembangan akademik. Humas sekolah juga berupaya menjadikan orang tua sebagai bagian dari ekosistem yang dapat membuka peluang baru bagi masa depan siswa.
Kolaborasi seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata dari pendekatan tersebut.
Melalui komunikasi dan penjajakan dengan institusi yang memiliki pengalaman dalam pembinaan calon tenaga kerja ke Jepang, sekolah berharap semakin banyak siswa mendapatkan informasi, pendampingan, dan akses terhadap peluang karier internasional yang sesuai dengan kompetensi serta kesiapan mereka.
Jepang menjadi salah satu tujuan yang terus diperhatikan karena kebutuhan terhadap tenaga kerja Indonesia sekaligus peluang pengembangan pengalaman profesional bagi lulusan SMK.
Menyiapkan Siswa untuk Dunia yang Lebih Luas
Bagi siswa kelas XII seperti Lavinia, fase menjelang kelulusan merupakan momentum penting untuk mulai menentukan arah setelah sekolah.
Karena itu, sekolah tidak ingin siswa baru mengenal pilihan karier setelah mereka lulus. Informasi, pengalaman, dan akses terhadap dunia kerja perlu diperkenalkan sedini mungkin.
Melalui berbagai kerja sama dengan mitra eksternal, SMK Al Kaaffah berkomitmen untuk terus memperluas pilihan tersebut—mulai dari peluang kerja di dalam negeri hingga kesempatan untuk membangun karier di luar negeri.
Pada akhirnya, pendidikan vokasi bukan hanya tentang menyelesaikan pembelajaran di sekolah.
Ia adalah tentang mempersiapkan siswa agar ketika waktunya tiba, mereka memiliki kompetensi, keberanian, dan cukup banyak pilihan untuk menentukan masa depannya sendiri.Bagi SMK Al Kaaffah, hubungan dengan orang tua siswa tidak berhenti pada komunikasi mengenai perkembangan akademik. Humas sekolah juga berupaya menjadikan orang tua sebagai bagian dari ekosistem yang dapat membuka peluang baru bagi masa depan siswa.
Kolaborasi seperti ini menjadi salah satu bentuk nyata dari pendekatan tersebut.
Melalui komunikasi dan penjajakan dengan institusi yang memiliki pengalaman dalam pembinaan calon tenaga kerja ke Jepang, sekolah berharap semakin banyak siswa mendapatkan informasi, pendampingan, dan akses terhadap peluang karier internasional yang sesuai dengan kompetensi serta kesiapan mereka.
Jepang menjadi salah satu tujuan yang terus diperhatikan karena kebutuhan terhadap tenaga kerja Indonesia sekaligus peluang pengembangan pengalaman profesional bagi lulusan SMK.
Menyiapkan Siswa untuk Dunia yang Lebih Luas
Bagi siswa kelas XII seperti Lavinia, fase menjelang kelulusan merupakan momentum penting untuk mulai menentukan arah setelah sekolah.
Karena itu, sekolah tidak ingin siswa baru mengenal pilihan karier setelah mereka lulus. Informasi, pengalaman, dan akses terhadap dunia kerja perlu diperkenalkan sedini mungkin.
Melalui berbagai kerja sama dengan mitra eksternal, SMK Al Kaaffah berkomitmen untuk terus memperluas pilihan tersebut—mulai dari peluang kerja di dalam negeri hingga kesempatan untuk membangun karier di luar negeri.
Pada akhirnya, pendidikan vokasi bukan hanya tentang menyelesaikan pembelajaran di sekolah.
Ia adalah tentang mempersiapkan siswa agar ketika waktunya tiba, mereka memiliki kompetensi, keberanian, dan cukup banyak pilihan untuk menentukan masa depannya sendiri.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!


