Dari Tidak Punya Rencana hingga Menata Masa Depan, Alumni SMK Al Kaaffah Berbagi Pengalaman kepada Siswa

Kepanjen, 11 Agustus 2026 — Dua alumni SMK Al Kaaffah Kepanjen, Dzaky dan Bima, yang baru saja menyelesaikan pendidikan pada tahun 2026, kembali berkunjung ke sekolah untuk berbagi pengalaman kepada adik-adik kelas mereka.
Keduanya hadir untuk menceritakan perjalanan mereka selama menjadi siswa SMK Al Kaaffah hingga menghadapi masa setelah kelulusan. Sharing tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai kehidupan setelah lulus sekolah, langsung dari alumni yang belum lama merasakan pengalaman tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Dzaky dan Bima juga menceritakan bahwa ketika pertama kali masuk SMK, mereka belum memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang ingin dilakukan setelah lulus. Bahkan, menjelang kelulusan pun keduanya mengaku belum memiliki rencana yang benar-benar matang mengenai langkah berikutnya.
Pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran penting yang mereka bagikan kepada siswa.
Menurut mereka, memiliki tujuan dan rencana sejak masih menjalani pendidikan di SMK merupakan hal yang penting. Siswa tidak harus langsung mengetahui seluruh jalan yang akan ditempuh, tetapi setidaknya perlu mulai menentukan arah, mengenali potensi diri, serta mempersiapkan langkah setelah lulus.
Dari Alumni untuk Adik Kelas
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMK Al Kaaffah, saat ini Dzaky dan Bima sedang mengikuti pendidikan lanjutan di De Access Malang sebagai bagian dari persiapan untuk mendapatkan kesempatan bekerja di industri kapal pesiar.
Langkah tersebut menjadi salah satu contoh bahwa perjalanan setelah lulus SMK tidak selalu harus langsung berakhir pada pekerjaan. Pendidikan lanjutan, pelatihan, sertifikasi, maupun pengalaman kerja dapat menjadi bagian dari proses untuk mencapai tujuan yang ingin diraih.
Kisah keduanya menjadi gambaran nyata bahwa menentukan arah masa depan memang membutuhkan proses. Namun, proses tersebut akan jauh lebih mudah ketika seseorang mulai memiliki tujuan dan menyusun rencana sejak dini.
Jangan Menunggu Lulus untuk Memikirkan Masa Depan
Melalui sharing tersebut, Dzaky dan Bima mengajak siswa SMK Al Kaaffah untuk tidak mengulangi hal yang pernah mereka alami, yaitu baru mulai memikirkan masa depan ketika sudah mendekati kelulusan.
Masa SMK merupakan waktu yang tepat untuk mencoba berbagai hal, mengenali kemampuan diri, membangun keterampilan, mencari pengalaman, dan mulai menentukan bidang yang ingin ditekuni.
Pesan sederhana yang mereka bawa cukup kuat: jangan menunggu lulus untuk mulai memikirkan masa depan.
Karena setelah seragam sekolah dilepas, setiap siswa akan memiliki jalan masing-masing. Ada yang memilih bekerja, melanjutkan pendidikan, berwirausaha, mengikuti pelatihan, atau mengejar peluang karier di bidang tertentu.
Dan semakin awal arah tersebut dipikirkan, semakin banyak waktu yang tersedia untuk mempersiapkannya.
Bagi SMK Al Kaaffah, kehadiran alumni seperti Dzaky dan Bima menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Sebab terkadang, nasihat dari seseorang yang baru saja mengalami fase yang sama dapat terasa lebih dekat dan lebih nyata bagi siswa.
Dari sekolah, mereka belajar. Setelah lulus, mereka menjalani. Dan ketika kembali, mereka berbagi agar adik-adiknya bisa mempersiapkan masa depan lebih baik.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!


