Bertahun-tahun Terjalin, SMK Al Kaaffah dan RS Wava Husada Perkuat Kolaborasi melalui Program PKL

Kepanjen, 28 Agustus 2026 — Pendidikan vokasi pada dasarnya tidak dapat berjalan sendiri. Ada proses yang membutuhkan keterhubungan antara sekolah dengan dunia kerja agar apa yang dipelajari siswa di ruang kelas dapat menemukan konteksnya dalam lingkungan profesional.
Prinsip inilah yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu fondasi kerja sama antara SMK Al Kaaffah Kepanjen dan RS Wava Husada melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Kerja sama yang terjalin bukan sekadar hubungan antara sekolah yang mengirim siswa dan institusi yang menerima peserta PKL. Lebih dari itu, kolaborasi keduanya telah berkembang menjadi sebuah hubungan yang memberikan manfaat bagi kedua lembaga—sekolah mendapatkan ruang bagi siswa untuk belajar langsung di lingkungan kerja, sementara pihak rumah sakit turut berkontribusi dalam proses pembentukan calon tenaga kerja yang memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap budaya profesional.
Monitoring PKL sebagai Ruang Evaluasi Bersama
Hubungan tersebut kembali terlihat dalam kegiatan monitoring siswa PKL SMK Al Kaaffah di RS Wava Husada.
Dalam kegiatan ini, Ibu Lilis Armiati, S.Pd, selaku guru pembimbing dari SMK Al Kaaffah, melakukan koordinasi dan evaluasi bersama Ibu Endang Juaitah, S.Psi, selaku pembimbing dari pihak RS Wava Husada.
Monitoring menjadi momentum untuk melihat perkembangan siswa selama menjalani praktik sekaligus memastikan proses pembelajaran di lingkungan kerja tetap berjalan dengan baik.
Namun, yang tidak kalah penting adalah adanya komunikasi antara kedua pihak. Sekolah memperoleh gambaran mengenai perkembangan siswa secara langsung dari lingkungan tempat mereka belajar, sementara pihak rumah sakit dapat menyampaikan masukan yang menjadi bahan evaluasi bagi sekolah.
Di titik inilah PKL menjadi lebih dari sekadar kegiatan wajib dalam kurikulum.
Ia menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
Ketika Sekolah dan Dunia Kerja Saling Menguatkan
Kerja sama yang dapat bertahan selama bertahun-tahun tentu tidak hanya dibangun melalui dokumen formal, tetapi juga melalui kepercayaan, komunikasi, dan komitmen untuk saling memberikan manfaat.
Bagi SMK Al Kaaffah, keberadaan mitra seperti RS Wava Husada memberikan kesempatan kepada siswa untuk merasakan secara langsung bagaimana standar kerja, kedisiplinan, komunikasi, tanggung jawab, serta etika profesional diterapkan dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya.
Sementara bagi dunia kerja, keterlibatan dalam pendidikan vokasi menjadi bagian dari kontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang lebih siap menghadapi kebutuhan profesional di masa mendatang.
Hubungan seperti ini menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana konsep link and match seharusnya dibangun: bukan hanya mencocokkan kompetensi sekolah dengan kebutuhan industri, tetapi juga menciptakan hubungan jangka panjang yang saling menguatkan.
Menjaga Kolaborasi, Menyiapkan Generasi
Bagi SMK Al Kaaffah, setiap siswa yang menjalani PKL membawa sebuah harapan: bahwa pengalaman yang mereka dapatkan hari ini dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh setelah menyelesaikan pendidikan.
Karena itu, menjaga hubungan baik dengan dunia kerja menjadi bagian penting dari perjalanan sekolah.
Kerja sama dengan RS Wava Husada menjadi salah satu contoh bahwa ketika sekolah dan dunia kerja berjalan dalam arah yang sama, proses pendidikan dapat menjadi lebih relevan, kontekstual, dan dekat dengan kebutuhan kehidupan nyata.
Sebab pendidikan vokasi tidak hanya tentang menyiapkan siswa untuk lulus. Ia adalah tentang menyiapkan mereka untuk benar-benar siap ketika waktunya memasuki dunia kerja.
Kontributor : Fandy
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!


